Trading dan Investasi
ad1
Zona Dewasa
INDONESIA Tegaskan Tidak Berhubungan dengan israel sebelum PALESTINA MERDEKA
THE REPORTER , Sumbar- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD mengungkapkan bahwa Indonesia terus mendukung kemerdekaan Palestina. Untuk mendukung Palestina, Indonesia kerap kali ikut dalam resolusi PBB tentang Gaza, Palestina.
“Kalau misalkan Palestina sejak awal Indonesia sudah menyatakan berdiri bersama Palestina kita pendukung kemerdekaan Palestina itu, oleh sebab itu semua resolusi PBB yang mendukung Palestina, Indonesia ikut di dalamnya," kata Mahfud saat berbincang dengan awak media di Kantor DPD Sumbar Partai Hanura, Minggu (17/12/2023)
Menko Polhukam ini menuturkan, Indonesia akan mencari jalan damai. Indonesia pun kata Mahfud selalu menghormati Palestina sebagai sebuah entitas negara.
"Kita akan mencari jalan damai, tapi tetap Palestina itu adalah sebuah entitas yang harus dihargai sebagai sebuah bangsa dan negara," katanya.
Sehingga, kata dia, Indonesia tidak akan berhubungan dengan Israel hingga Palestina mencapai kemerdekaannya.
"Jadi sudah jelas kita tidak akan berhubungan dengan Israel sebelum Palestina merdeka," pungkasnya.()
Tokoh Muda Aceh Utara Muhammad Iqbal Siap Perjuangkan UMKM Naik Kelas
THE REPORTER, Aceh Utara – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam upaya pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Tokoh Muda Aceh Utara, Muhammad Iqbal, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat dan bahkan sebuah negara.
“Pada masa pandemi dan pasca pandemi Covid-19, seluruh negara di dunia merasakan dampak di sektor perekonomian. Maka perlu penguatan dan modernisasi sektor UMKM, guna menciptakan masyarakat yang dapat bermetamorfosa menjadi wirausaha tangguh dan tahan banting,” kata M. Iqbal.
Dirinya menyebut ada berbagai upaya yang dapat dilakukan berbagai pihak guna mendukung sektor UMKM, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.
Pertama, dibutuhkan kepedulian, perhatian dan dukungan di sektor permodalan dari berbagai badan usaha baik BUMN dan Swasta kepada pelaku usaha kecil.
Dukungan dapat diberikan dalam bentuk implementasi dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) melalui kegiatan pengembangan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi.
“Pelaku UMKM di Aceh Utara membutuhkan pendampingan dan pembinaan dalam bentuk pelatihan dari produksi hingga pemasaran, agar mereka dapat terus menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi, untuk wisatawan yang datang ke Aceh Utara hingga pangsa pasar yang lebih luas dan produk-produknya menjadi ikon dari satu wilayah.” jelasnya.
Upaya lain yang dapat dilakukan pemerintah, kata pemuda yang akrab disapa Teuku Iqbal, adalah menyelenggarakan expo serta berbagai kegiatan terkait lainnya, untuk menjadi jembatan bagi pemerintah dan pelaku UMKM serta pemangku kebijakan dalam menciptakan pengembangan ekosistem bisnis UMKM yang berkesinambungan.
“Kita berharap semua pihak berkontribusi mendukung pelaku usaha dengan cara membeli produk UMKM Aceh, agar UMKM semakin kuat dan maju, sehingga akan berdampak positif bagi upaya mengurangi angka kemiskinan, menekan laju inflasi, dan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan,” lanjutnya.
Sebagai putra daerah Aceh Utara, M. Iqbal menyatakan dirinya akan melanjutkan perjuangan peningkatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut.
“Kami optimis dengan dukungan dari semua pihak, maka kampanye UMKM Naik Kelas, akan berhasil dan mampu menjadi role model yang dapat terus berkreasi dan berinovasi di tengah tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi,” pungkasnya.
Muhammad Iqbal, merupakan Calon Legislatif DPRK Aceh Utara Pemilu 2024, dari Partai Demokrat.
Muhammad Iqbal maju sebagai Caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) III Aceh Utara, meliputi wilayah Kuta Makmur, Syamtalira Bayu, Nisam, Simpang Keramat, Geuredong Pase, Banda Baro dan Nisam Antara.(*)
Warga Aceh Tolak Pengungsi Rohingya jadi Sorotan Media Al Jazeera
THE REPORTER, Banda Aceh - Penolakan masyarakat Aceh terhadap kedatangan pengungsi muslim Rohingya mendapat sorotan dari media-media internasional.
Kantor berita yang berbasis jazira Arab - Qatar, Al Jazeera misalnya, melaporkan bahwa masyarakat Aceh sebelumnya menerima pengungsi Rohingya ini dengan penuh kehangatan.
Namun ketika gelombang kedatangan terjadi pada pertengahan November 2023, masyarakat Aceh mulai menyuarakan penolakan.
“Masyarakat Aceh di Indonesia sebelumnya menerima pengungsi, ketegangan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kedatangan,” laporan Al Jazeera yang diposting pada Minggu (10/12/2023).
Diketahui, sebanyak 315 orang lebih tiba dalam dua gelombang pada Minggu (10/12/2023) di Aceh.
Satu kapal berisi 135 muslim Rohingya mendarat di kawasan Pantai Kreung Raya, Aceh Besar
Sementara kapal lainnya mendarat di pantai Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Pidie dengan jumlah 180 orang.
Kedatangan ini menambah rentetan jumlah kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh sejak November 2023.
Jika ditotalkan, sudah ada 8 gelombang kedatangan pengungsi Rohingya sejak pertengahan November 2023 di Aceh, dengan jumlah hampir mencapai 2000 pengungsi.
“Kami hanya ingin mencari tempat yang aman,” kata seorang pengungsi kepada Al Jazeera di tempat penampungan sementara di bibir pantai.
“Kami tahu kami mungkin mati di laut, tapi akhirnya kami selamat. Hanya itu yang kami inginkan untuk anak-anak kami,” katanya lagi.
Media itu juga menulis sub judul ‘Pantai yang tidak ramah’ dalam pemberitaan tersebut.
Dalam laporannya, dikatakan bahwa penduduk di Aceh tidak akan menyediakan dana, perbekalan, atau perlindungan bagi pengungsi Rohingya yang datang.
“Mereka (penduduk di Aceh) juga tidak ingin mereka (pengungsi Rohingya) tinggal di daerah tersebut,” tulisnya.
Media itu juga mengutip pernyataan Pemerintah daerah di Pidie yang mengatakan bahwa mereka tidak akan bertanggung jawab menyediakan tenda, atau kebutuhan dasar lainnya, atau menanggung biaya apa pun bagi para pengungsi.
Media itu juga mengutip pernyataan warga Aceh, Rijalul Fitri, kepala desa Blang Raya di Aceh.
Mereka tidak ingin pengungsi Rohingya berada di desa mereka.
“Kami begadang semalaman agar tidak mengizinkan mereka berlabuh (dan mendarat), tapi mereka tiba,” katanya.
Fitri bersikukuh para pengungsi harus direlokasi. “Mereka tidak bisa tinggal di sini,” katanya.
Al Jazeera juga menyoroti aksi demonstrasi di Kota Sabang yang menolak keberadaan pengungsi Rohingya.
“Lebih dari 100 pengunjuk rasa terjadi di Kota Sabang di Aceh, di mana terdapat tempat penampungan sementara, bentrok dengan polisi saat mereka menyerukan agar pengungsi Rohingya direlokasi” tulisnya.
Fitri mengutarakan kepada media itu bahwa warga Aceh ini orang miskin dan kenapa mereka tidak menggunakan uang perjalanan itu untuk membantu masyarakat Aceh.
“Kami menolak Rohingya,” kata pengunjuk rasa lainnya.
“Kami ingin mereka dipindahkan secepatnya. Kami tidak ingin tertular penyakit yang mereka bawa,” ujarnya.
Sementara itu, Badan PBB urusan Pengungsi (UNHCR), Faisal Rahman, mengatakan organisasi tersebut telah berusaha meyakinkan masyarakat setempat.
“Kami terus menjelaskan situasi ini kepada masyarakat dan memastikan bahwa mereka tidak akan terbebani dengan penanganan pengungsi,” katanya, mengakui bahwa tempat penampungan yang ditunjuk melebihi kapasitas.
Namun pemerintah berupaya menyediakan tempat berlindung karena jumlah pengungsi yang datang sangat tinggi.
PBB mengatakan kondisi sulit dan peningkatan kejahatan di Bangladesh serta memburuknya krisis di Myanmar adalah alasan peningkatan arus pengungsi.
Para ahli memperkirakan lebih banyak kapal akan tiba dalam beberapa bulan mendatang.
“Sekitar 75 persen pendatang baru adalah perempuan dan anak-anak,” Emily Bojovic dari kantor badan pengungsi PBB di Asia Tenggara mengatakan kepada Al Jazeera.
sumber artikel: Serambinews
sumber Photo: CNBCindonesia
Tgk Sofyan Ibrahim Imbau Masyarakat Tidak Terima Suap dari Caleg
THE REPORTER, Banda Aceh - Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah didepan mata. Masa kampanye terbuka bagi partai politik dan calon legislatif (caleg) telah berlangsung diseluruh Indonesia.
Tidak terkecuali di Provinsi Aceh, yang lain Partai Nasional juga dimeriahkan dengan keikutsertaan sejumlah partai lokal.
Dalam masa kampanye, berbagai cara dilakukan para caleg untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Disamping memasang baliho, spanduk, umbul-umbul, bendera,stiker hingga kartu nama, yang dibagikan kepada rakyat di wilayah pemilihannya.
Termasuk salahsatu cara yang sudah menjadi rahasia umum, yaitu ‘money politic’ atau politik uang. Dimana para caleg, baik secara langsung maupun melalui tim sukses pemenangan, membagikan sejumlah uang, atau berupa barang, sembako dan materi lainnya kepada masyarakat, berharap untuk dipilih.
Atau dengan kata lain, Membeli Suara Rakyat.
Menanggapi hal tersebut, Tgk. Sofyan Ibrahim, salahsatu caleg DPRA dari Partai Adil Sejahtera (PAS), menyatakan menentang keras praktik politik uang ini, karena bertentangan dengan tuntunan agama Islam.
Menurut sosok yang akrab disapa Tgk Sofyan Nyak Ubit ini, politik uang akan menghasilkan wakil rakyat yang tidak amanah nantinya. Dirinya menyatakan akan berjuang melawan “caleg sogok” dengan mengajak masyarakat untuk tidak menerima apapun dari caleg.
“Walaupun hal ini berat dan banyak tantangan dan seakan tidak mungkin, namun masyarakat harus menyadari bahwa Pemimpin atau anggota dewan yang bersih lahir dari pemilih yang bersih, sementara wakil rakyat yang dipilih karena sogok atau suap, berpotensi tidak amanah dalam menjalankan kepercayaan masyarakat,” tegas Tgk. Sofyan yang saat ini masih menjadi Guru Dayah Assasunnajah Ateuk Lueng ie, kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Lebih lanjut, Tgk Sofyan menyampaikan dirinya ikut berpolitik dalam barisan para ulama Aceh khususnya.
“Kami memutuskan terjun untuk berpolitik bukan sekedar untuk menjadi anggota dewan, tapi dengan politik lebih besar ruang untuk berbuat dan mengajak mencari pemimpin yang lebih baik yang bersinergi dengan para ulama, dalam segala pengambilan kebijakan untuk kepentingan rakyat. Itu yang dibutuhkan Aceh saat sekarang,’’ demikian Tgk. Sofyan Ibrahim, caleg DPRA dari Partai Adil Sejahtera (PAS), Dapil 1 Aceh meliputi Banda Aceh-Aceh Besar dan Sabang, Pileg 2024.(*)
Biodaya Tgk. Sofyan Ibrahim (Nyak Ubit)
Tempat, Tgl Lahir: Jambo Lubok, Aceh Timur, 7 Maret 1982
Anak ke 3 dari 5 bersaudara.
Ayah: Ibrahim Nyak Ubit
Ibu: Miladiah
Istri: Maghfirah
Anak:
1. Ahmadul khatiib
2. M. Yusuf
3. Aminah
4. Abdullah
Pendidikan
SD Negeri 1 Alue ie Mirah
SMP 1 Julok, Kuta Binje, Aceh timur
Dayah Darul Muarrif Lam Ateuk, Kuta Baro, Aceh Besar 1998 - 2005
Profesi:
Guru Dayah Assasunnajah Ateuk Lueng ie, Ingin Jaya, Aceh Besar, 2010 s/d sekarang.
Guru dan pimpinan Zikir beberapa Majlis Ta'lim di Banda Aceh dan Aceh besar
Koordinator Sirul Mubtadin Banda Aceh - Aceh Besar periode 2018 – 2023 (Mengundurkan diri untuk Maju Calon DPRA Pemilu 2024)
Calon Legislatif (Caleg) DPRA dari Partai Adil Sejahtera (PAS)
Dapil 1 Aceh meliputi Banda Aceh-Aceh Besar dan Sabang, Pemilu Legislatif 2024.
Aksi Partner Berbagi Aceh, Borong Dagangan Pedagang Kecil Bagi Gratis ke Warga
THE REPORTER, Banda Aceh – Sekelompok anak muda yang menamakan diri Parter BerBagi (PBB) melakukan aksi sosial mengagumkan, di jalan Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Jumat Sore, 8 Desember 2023.
Mereka memborong dagangan seorang ibu penjual mie yang biasa mangkal di depan Kantor Keuchik Punge Blang Cut, lalu membagikan secara gratis kepada warga.
Tak ayal, aksi ini mendapat sambutan antusias dari sejumlah orang, baik yang sedang nongkrong di Warkop hingga pengendara yang kebetulan melintas dan melihat anggota komunitas PBB mengundang mereka mampir dengan kertas bertulis “GRATIS”.
Tidak berselang lama, seluruh dagangan mie goreng plus angkringan yang biasa dijual seharga 5 ribu rupiah perbungkus, habis dibagikan.
Salahseorang relawan Komunitas Partner BerBagi, Wilda menyampaikan, kegiatan serupa dilakukan setiap hari jumat, berpindah pada beberapa lokasi di Aceh.
“Memborong dagangan pedagang kecil dan membagikan kepada warga kami lakukan sebagai bentuk membantu para pedagang, sekaligus bersedekah untuk siapa aja yang mau menerima,” jelasnya.
Wilda mengatakan, komunitas Partner BerBagi yang terdiri dari anak muda ini sudah beraktifita selama setahun dengan berbagai kegiatan sosial. Seperti sedekah Jumat dan aksi membantu korban bencana alam di Aceh.
“Kegiatan PBB murni untuk aksi sosial komunitas pemuda, dimana sumber dana juga berasal dari anggota dan relawan, serta donatur yang menyumbang melalui media sosial kami, di Instagram Partner BerBagi,” jelas Wilda.(*)
PB IMADA Reborn Dilantik, Ketum Rozy Mahasiswa dari USK dan Sekjen Taqwa dari UIN Arraniry
THE REPORTER, Banda Aceh – Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Dayah Aceh (PB IMADA) periode 2023 - 2025 dilantik oleh Ketua Umum DPP ISAD Aceh Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I , pada rangkaian kajian Aktual Tasatafi Banda Aceh, ISAD dan HIPSI di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, 7 Desember 2023, malam.
Teuku Muhammad Radja Fuady, ketua panitia pelantikan, mengatakan rangkaian acara juga dipeusijuk (ditepung tawari) oleh para tokoh, diantaranya, Tgk Alizar Usman, Ketua Pembina IMADA, Tgk H Musannif Sanusi, SE., SH ketua Pemuda Islam Indonesia dan ketua Yayasan Darul Ihsan Abu Krueng Kalee dan Tgk Akmal Abzal, Sekretaris Dewan Pembina IMADA.
Ketua Umum PB IMADA, Tgk Rozy Munawir, dalam kata sambutan pelantikan mengatakan, dengan dilantiknya sebagai Dewan Pengurus Harian PB IMADA, kami siap gemakan dan mashurkan ke seluruh wilayah Aceh untuk memperjuangkan nilai nilai islam dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dan perlu kami tegaskan, IMADA adalah wadah perkumpulan seluruh mahasiswa alumni dayah Aceh, baik itu dari dayah modern maupun dayah salafi, yang melanjutkan pendidikan di universitas di jenjang D1 sampai D3 dan S1, tidak ada perbedaan dalam IMADA antara alumni dayah moderen dan alumni dayah salafi karena kedua model dayah tersebut mempunyai tujuan yang sama dalam encerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan ajaran islam dan tujuan kita ialah menegakkan syariat islam di Aceh secara Kaffah.” lanjutnya.
Ketua Dewan Pembina PB IMADA, Tgk Alizar Usman, S.Ag, M.Hum dan juga ketua periode pertama tahun 2001 dalam kata sambutan pelantikan mengatakan,
Melihat semangat para mahasiswa terlantik saya teringat sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, cepat terwujud atas desakan pemuda kepada Soekarno. Jika dilihat peran pemuda, tidak ada bangsa, negara dan lembaga/ormas yang maju tanpa sentuhan tangan pemuda.
"Saya optimis dibawah kepemimpinan ketum terlantik Tgk Rozy Munawir dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Tgk Muhammad Taqwa dari UIN Ar-raniry, dua kampus jantung hate masyarakat Aceh IMADA akan kembali berkiprah lebih dari masa-masa kami, walaupun tanpa terlibat jauh para dewan Para Dewan Pembina dan Dewan Presidium, pun demikian, Koordinasi berupa dukungan dan pengawasan tetap harus ada." jelasnya.
“Diharapkan setelah dilantik mengadakan rapat kerja, mengaktifkan sekretariat dan segera bersilaturahmi dengan para ulama dan rektor perguruan tinggi.” Harap Tgk Alizar
Setelah pelantikan, acara kajian rutin Tastafi dipandu oleh Tgk As’ady, Lc, MA dengan pemateri Tgk Akmal Abzal, S.H.I sebagai Sekretasi Dewan Pembina PB IMADA dan Dr Teuku Zulkhairi MA dari DPP ISAD dan Mudir Ma’had Aly Babussalam Al Hanafiyah, Matang Kuli dengan tema “Kontribusi Mahasiswa Alumni Dayah Terhadap Masa Depan Aceh yang Unggul Menuju Indonesia Emas"
Selain jamaah kajian Aktual Tastafi, turut dihadiri olah Para Dewan Presidium dan para ketua PB IMADA periode sebelumnya, Tgk Tabrani, Tgk Bustamam, Tgk Muhammad Iklil, Tgk Hasan Basri, Tgk Chairul Fahmi, Tgk Asqalani Abdul Muthalib dan Tgk Ilham.(*)
Dinas Pangan Aceh Gelar Pasar Murah Momen Maulid Rasul
THE REPORTER, Banda Aceh - Sejumlah warga di Banda Aceh menyerbu gerakan pangan murah di Blang Padang, Banda Aceh.
Dalam kegiatan tersebut masyarakat memburu sejumlah bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Selain gerakan pangan murah juga terdapat pasar tani, pelayanan kesehatan gratis, dan pelayanan KTP.
Kegiatan ini akan berlansung selama tiga hari, sedangkan pasar hanya sampai besok. Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, mengatakan gerakan pangan murah tersebut dilaksakan dalam rangka Stabilisasi Harga dan Pasokan (SPHP) dan Pengendalian inflasi Daerah.
Menurutnya, saat ini inflasi Aceh dalam posisi baik. Nomor dua terendah nasional, Aceh berada pada angka 1,8 persen.
“Selain itu, juga dalam rangka pelaksananaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yaitu masyaralat kita yng masih melaksanakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Surya, Ahad, 3 Desember 2023.
Pihaknya menyediakan komoditas pangan berupa Beras Premium Rp 40 ribu , Minyak Goreng 2 liter Rp 32 ribu, gula dua kilogram Rp 26 ribu dan cabai merah setengah kilogram Rp 22 ribu dengan total semuanya Rp 164 ribu.
“Kami menyediakan 400 paket pada hari ini, dan masyarakat boleh belanja sesuai kebutuhannya,” ucapnya.
Surya memaparkan bantuan sosial itu serentak dilaksanakan di semua kabupaten atau kota. Namun gerakan pangan murah hanya di lakukan pada 10 kabupaten dan kota yakni, Banda Aceh, Aceh Besar, Langsa, Lhoksemawe, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Nagan, Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Semoga dengan kegiatan bersama beberapa instansi ini, Pemerintah Aceh bisa memberikan akses pangan murah berkualitas bagi masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu dengan bakti sosial kesehatan dapat membantu masyarakat memeriksakan kesehatan secara gratis,” ucapnya.(AJNN)
Banda Aceh Juara Umum MTQ Aceh XXXVI di Simeulue, Setelah Penantian 23 Tahun
THE REPORTER, Banda Aceh – Penantian panjang masyarakat Kota Banda Aceh terhadap predikat juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Aceh berakhir. Setelah 23 tahun, Piala Bergilir MTQ Aceh kembali ke ibu kota.
Sabtu, 2 Desember 2023, malam, Pendopo Wali Kota Banda Aceh di kawasan Blang Padang tampak lebih ramai dari biasanya. Di sana, Pj Wali Kota Amiruddin mengikuti penutupan MTQ Aceh XXXVI di Simeulue secara virtual.
Ucapan syukur dan takbir membahana saat Banda Aceh diumumkan sebagai juara umum ajang dua tahunan tersebut. Dari 20 finalis, Banda Aceh mampu meraih delapan juara pertama, tujuh juara kedua, dan lima juara ketiga dari berbagai cabang perlombaan.
Amiruddin pun mengucap syukur atas prestasi yang begitu membanggakan tersebut. “Alhamdulillah, penantian panjang akan juara umum MTQ Aceh berakhir malam ini. Ini kita dedikasikan kepada seluruh masyarakat Banda Aceh,” ujarnya.
Menurutnya, predikat juara umum MTQ tingkat provinsi semakin meneguhkan Banda Aceh sebagai barometer penerapan syariat Islam di Aceh. “Insyaallah, ini akan semakin melecut semangat kami dalam menggaungkan syariat dan syiar Islam di Bumi Serambi Mekkah.”
Ucapan terima kasih turut disampaikan Amiruddin kepada Kafilah MTQ Banda Aceh yang terdiri dari 55 peserta, 39 ofisial, dan enam orang pelatih. “Perjuangan kafilah kita sangat luar biasa dan rentu Pemko Banda Aceh akan memberikan penghargaan terbaik pula,” katanya.
Sementara di tempat terpisah, Sekdako Banda Aceh Wahyudi menerima langsung Piala Bergilir Juara Umum MTQ dari Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahroel Fajri yang mewakil Pj Gubernur Aceh pada malam penutupan MTQ Aceh di Lapangan Pendopo Bupati Simeulue.
Sebagai informasi, Banda Aceh berhak atas juara umum dengan torehan 66 poin. Kabupaten Aceh Besar yang berstatus juara bertahan, harus puas turun satu peringkat ke posisi kedua (64 poin), dan juara ketiga bersama disabet oleh Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Langsa (38 poin). Disusul Kabupaten Aceh Utara, Simeulue, Pidie, Aceh Timur, Nagan Raya, Aceh Tengah dan terakhir Kabupaten
Aceh Barat.
Selain itu, Kabupaten Pidie Jaya juga ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Aceh XXXVII pada 2025 mendatang. (*)
Pemilu 2024 Momentum Generasi Muda Melek Politik
Rahmat Aulia, S.Pd.I
Ketua DPD KNPI Aceh Besar.
Anggota DPRK Aceh Besar, Fraksi Partai Amanat Nasional
Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, menjadi momentum terbaik bagi generasi muda untuk terjun ke dunia Politik.
Pemuda Pemudi dapat berpartisipasi aktif dalam kancah perpolitikan di semua tingkatan, dengan terjun langsung mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dari DPR kabupaten kota, Provinsi, hingga tingkat pusat di DPR RI. Atau menjadi pengurus partai politik di setiap jenjang tingkatan pengurus.
Sangat penting bagi pemuda untuk turun ke gelanggang politik sejak awal supaya dapat belajar dan memahami ilmu politik praktis sedini mungkin. Apalagi pemuda adalah calon pemimpin yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan.
Potensi dan peluang anak muda untuk terjun ke dunia politik sangat besar.
Untuk kabupaten Aceh Besar, ada beberapa alasan kenapa anak muda bisa punya potensi besar dalam mengisi kontestasi poltik di Aceh Besar.
1. Sejarah Bangsa Indonesia yang di isi dan di tulis oleh pergerakan anak muda di mulai dari tahun 1908 dengan pergerakan budi utomo, 1928 sumpah pemuda, 1945 perjuangan kemerdekaan, sampai pergerakan reformasi di tahun 1998. Hal ini membuktikan pemuda mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan arah pergerakan dan perubahan bangsa.
2. Sistem pemilu yang lebih terbuka. Hal ini ditandai dengan sistem pelaksanaan pemilu menggunakan suara terbanyak bukan lagi berdasarkan nomor urut. Hal ini bisa memberikan kesempatan yang sama besar di antara seluruh kontestan pemilu, berbeda dengan sistem nomor urut yang biasanya selalu di isi oleh orang tua partai dan pengurus yang itu-itu saja.
3. Tren pemimpin muda mulai bermunculan. Hal itu di tandai dengan mulai banyak lahir sosok-sosok muda mengisi posisi strategis tampuk pimpinan, malai di tingkat gampong di mana banyak geuchik terpilih hasil pilchiksung yang masih berusia muda sampai dengan pileg dan pilkada mulai di isi kalangan pemuda. Hal itu dapat di lihat juga dari banyaknya anggota DPRK Aceh Besar yang terpilih periode lalu di rentang usia yang masih muda.
4. Selanjutnya pengaruh media sosial dan teknologi informasi yang bisa mempengaruhi elektabilitas politikus umumnya di kuasai dan bisa dengan mudah di jalankan oleh anak muda, sehingga menjadi nilai tambah dalam upaya promosi bagi pemuda.
Untuk itu, anak muda tidak lagi apatis, benci dan alergi dengan politik karena apabila anak muda yang baik dan punya kamampuan serta memiliki idealisme yang cukup baik tidak terjun ke dunia politik maka orang-orang tidak baik lah yang akan mengisi kursi dan jabatan politik tersebut.
Karena dengan politiklah semua sendi-sendi kehidupan kita ini di atur, mulai dari harga sembako, ketiadaan air dan irigasi di sawah, sarana dan prasarana layanan publik, hingga layanan kesehatan semua di atur oleh kebijakan politik.
Mari pemuda(i) Untuk belajar dan terjun mengabdikan diri dalam dunia politik, apalagi di tahun 2024 nanti akan dilaksanakan pemilu secara serentak baik pileg, pilkada maupun pilpres.(*)
Dikutip dari Sambutan Rahmat Aulia, S.Pd.I, pada kegiatan “Sosialisasi tentang Etika Budaya Politik” bagi pemuda se Aceh Besar.


.jpeg)






.jpeg)








Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...